Kamis, 08 September 2011

Kematian datang tiba-tiba.
Pagi ini ada kabar mengejutkan yang datang ketika raga ini masih belum sepenuhnya bangun.
Orang yang kami sayangi dikabarkan kembali kepada Nya.
Kontan kepanikan semua orang terbangun. Masing-masing orang bergerak dalam pikirannya.
Kembali ingatan ini akan memori yang telah terajut bersamanya.
Rasanya masih baru kemarin kenangan itu kami lakukan bersama-sama.
Aku masih belum cukup mengenal sosoknya. Masih banyak yang ingin kudengar ceritanya.
Mencoba merangkai kata perpisahan yang akan aku bisikkan lembut di telinganya. Untuk terakhir kalinya....
Begini kah rasanya ditinggalkan, begitu hampa...

Bagaimana jika kabar itu tidak benar?
Hanya kebetulan nama yang sama yang kami dengar.
Bukan orang yang kami sayangi yang dipanggil.
Bukan orang yang masih kudengar banyak ceritanya yang dipanggil.
Dan tidak seharusnya hari ini aku mengucapkan salam perpisahan untukknya.

Tuhan meluruskan jalan ceritanya,
Dia yang dipanggil bukan milik kami
Semua hanya kebetulan nama...............
Semoga orang yang meninggal diberikan kedamaian di alam sana.
Kami turut berbela sungkawa, setidaknya kami merasakan perasaan ditinggal oleh yang terkasih.

Selasa, 06 September 2011

Horn

September 7th
"Siapa yang takut kesusahan, selamanya tidak akan maju"
Mengingatkan aku pada ketakutanku selama ini pada keengganan mengendarai sepeda motor.
Sampai sekarang masih nyaman berada di belakang pengemudi.
Rasanya aku tak akan sanggup mengendalikan kecepatan mesin itu.
Belum lagi jika merasakan hembusan angin yang begitu kencang dari sepeda motor yang menyalip.
Lebih nyaman bersepeda karena kaki bekerja mengayuh dan meluncurlah kita.
Seberapa seringpu aku jatuh dari sepeda masih bisa kuatasi rasa sakitnya.
Tapi jika membayangkan jatuh dari laju sepeda motor...
But for sure it won't be longer.
I have to be dare!!!

Kembali Tempat yang hangat akan selalu dirindukan  Aku pernah ada di situ Kenangan indah menjadi penunjuk jalan pada rumah Aku akan kembali ...