Luka yang masih segar, dan kulit yang masih terkoyak. Terasa namun tak Terlihat.
Keringat ini untukmu, luka ini karenamu, untukmu . . .
Menyendiri untuk meresapi semua namun meratap pada akhirnya
Kesederhanaan dan kesunyian yang tak pernah terawasi
Luput dan terjalani
Sayang . . . . namun apa yang bisa disayangkan
Menghadapi kenaifan yang ada hanyalah sayang . . .
Merah semanis merah bibirnya
Cantik yang buruk
Benar yang bohong
Kandang babi seperti istana si Tuan Raja
Bulatan benang dalam tenggorokan ingin segera kumuntahkan
Rasanya menganggu,
Gatal!
Arggghhhh!!!!
Adakah sedikit arti atas semua ini?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar