kenapa sinetron kita belum bia jadi patokan sinetron untuk asia tenggara (minimal)? jadi iri liat serial-serial korea jadi panutan abg-abg kita. gaya berpakaiannya, make upnya, ekspresinya(cibi-cibi..), de el el. meskipun hanya beberapa serial yang ku tonton dan dengan sengaja mengikutinya (hehe..) tapi jelas terlihat jurang perbedaan antara korea punya sama indo punya.
dari sisi ceritanya, korea punya gak berbelit-belit dan cepat selesai, artinya meskipun benang merahnya soal cinta tapi pengemasannya ringkas, padat dan jelas. sedang indo punya ceritanya aneh puanjang dan lama gak abis-abis, berebut cinta yang akhirnya dimenangkan tokoh protagonisnya, trus nambah masalah yaitu kecelakaan lalu hilang ingatan de el el. kalo iklannya kenceng episodenya ditambah-tambah sendiri hehe...
secara teknis, garapan korea lebih mak nyus karena mereka berani berganti setting (in door or outdoor), meskipun pake setting studio tapi moodnya terjaga, viewernya gak ngerasa melihat setting studionya. kalo sinetron kita ya di situ-situ juga lokasinya, menyesuaikan sama artisnya yang punya kesibukan lain kali ya hehe.. teknik pengambilan gambarnya terlihat monoton, konsen ke muka pemain terus. pencahayaan di sinetron indo juga kadang keliatan kedodoran, cerita pagi hari tapi waktu take sore atau malem, pake pencahayaan buatan tapi hasinya gak maksimal.
semua ada plus and minus, tergantung sama masing-masing orang soal pilihan mana yang baik buat dirinya. one thing for sure i watch it because it entertains me and changes my mood better.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar